25 (Bahasa Indonesia)

Saat umurku masih 15 th, aku merasa sudah berada di kepala 2. Tak tahu mengapa, saya sudah merasakan sebagian dari kehidupan Ini diusia pubertas.

Umur 25, membuat semua orang banyak bertanya, Apa? itu lah saat kehidupan banyak yang berubah. “Fan, kakamu sudah kerja?”  lontaran pertanyaan kepadaku. “iya, mengapa?” jawabku. “Udah bisa cari duit sendiri, ga ngerepotin orang tua”. Itulah kebanyakan pertanyaan yang aku terima.Oleh karena itu, aku mulai sadar sungguh merepotkannya aku selama menjali hidup di dunia.

Aku masih banyak bergantung dengan orang lain, terutama dengan kedua orang tuaku. Semenjak itulah, aku tak berani lagi meminta uang kepada orang tua kecuali mereka yang memberiku uang dengan sendirinya. “Kamu jadi cowo hemat banget sih bro” Antara bertanya dan mengejek. “Suatu saat kalian akan mengerti mengapa” jawabku sederhana.

Hidup dengan berfoya-foya memang sangat menyenangkan, apalagi saat usia remaja. Banyak hal yang ingin kau beli, tapi hanya sedikit yang bisa kau miliki. banyak hal yang ingin kau kuasai tapi banyak juga masalah yang akan timbul. itulah kehidupan remaja.

Ada satu pertanyaan yang tak bisa dilupakan. Ya, sebuah pertanyaan tentang berkeluarga. Banyak kejadian yang bisa kulihat disini, orang yang dulunya remaja kini sudah menikah. Huh, betapa cepatnya waktu berjalan. aku yang sebelumnya belum pernah memikirkan tentang waktu. Kini aku sadar betepa mahalnya harga eceran sebuah waktu.

Disisi lain, aku belajar mengenai keluarga melalui sebuah bayi. Bayi yang kecil mungil dan begitu imutnya diurus oleh seorang ibu dengan tulus dan penuh kesabaran. Dari hal itu, aku melihat betapa berharganya seorang ibu dalam hidup, tak pernah terpikir olehku jika aku hidup tanpa ibuku.

Aku mengaku, betapa hebatnya seorang anak yang tumbuh dewasa tanpa ibu semenjak kecil. Mereka kuat melakukan semua ini. Sekolah, membeli mainan, tidur dan belajar tanpa seorang ibu yang terlibat. Tak ada suara teriakan marahan bagi mereka supaya berbenah.

Dari sinilah aku belajar mengenai pelajaran kehidupan. Pelajaran kehidupan memang tak bisa kita dapatkan di kelas, tetapi kita bisa mendapatkannya melalui pengalaman hidup kita. Bersikaplah dewasa untuk memperoleh banyak pelajaran kehidupan yang akan kamu peroleh.  Dewasa itu bukan karena umur tetapi karena pikiran. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s