Cerpen II : Ceritaku di Tahap Ke-2

Huh, Akhirnya aku berhasil masuk ke tahap kedua. Rasanya bagiku ini seperti sebuah mimpi indah. aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan berjalan sejauh ini. aku merasa ini seperti sebuah kejutan bagiku bisa melewati tahap pertama sehingga bisa terus berjalan ke tahap yang lebih lagi, yaitu tahap kedua.

Jujur saja, aku merasa bimbang, entah sedih entah bahagia. Itulah yang aku rasakan. Hal itu dikarenakan tidak semua teman – teman smpku bisa lolos ditahap ini. ” Selamat ya, Fan” ucapan selamat mereka kepadaku ketika mereka mengetahui bahwa aku lanjut.

Meskipun sebanyak seribu orang telah gugur ditahap ini. Namun, aku tidak bisa berbangga diri begitu saja. “Langkah berikutnya menantimu, Nak” motivasi dari wali kelasku setelah mengetahui aku lanjut. “Iya Bu, saya mengerti, mohon doa restunya Bu” Pintaku saat itu. ” Semuanya disini mendoakanmu supaya bisa lolos, tahap berikutnya pasti bakalan lebih susah, maka siapkanlah amunisi sebaik – baiknya” Jawab wali kelasku.

Pagi yang cerah di hari minggu. Hari itulah aku berangkat dari rumah. Aku berangkat bersama ayahku karena lokasi testnya bisa dibilang cukup jauh dari rumahku. Meskipun ayahku harus rela meninggalkan pekerjaannya dalam 1 hari, tetapi itu bukanlah masalah baginya. “Sukses itu perlu pengorbanan dan seorang ayah harus rela mengorbankan itu untuk anaknya” Kata ayahku sebelum berangkat dari rumah.

Jam menunjukkan pukul 07.00. Itu berarti pelaksanaan tahap ke 2 akan segera dimulai. Test ini berlangsung di salah satu SMA Negeri di Baturaja. Semua calon siswa baru terlihat sangat luar biasa bagiku. Mereka membawa sebuah alat untuk menunjukkan bakat mereka. “Sungguh luar biasa” Kataku dalam hati kecilku.

Sebelum test dimulai kami mengambil tanda nama. Setelah itu, kami diberi intruksi untuk masuk kedalam kelas. Tidak lama kemudian, kami mendapatkan instruksi baru untuk mempersiapkan diri melakukan test potensi akademik. Saya merasa takut dan bingung karena saya belum yakin bahwa kecerdasanku ini bisa menjawab soal. Berdoa dan berusaha meyakinkan diri sendiri setidaknya bisa membuatku merasa lebih tenang dan siap untuk bertempur.

Lembaran kertas mulai dibagikan satu persatu. Setiap satu kumpulan kertas yang telah disatukan memiliki soal dengan mata pelajaran yang berbeda. ” Asyik, soal biologinya tentang antomi nih, untung semalem baca” Kataku dalam hati sambil tersenyum manis. Setelah selesai mengerjakan soal biologi saya sempat kebingungan. “Apakah selanjutnya yang harus aku kerjakan?” Kataku dalam hati dalam keadaan cemas. “Fiska! ini dia!” suara kecilku ini mengakibatkan aku menjadi pusat perhatian di kelas. Setelah itu saya memilih Matematika. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran favoritku, tetapi aku lebih memilihnya untuk mengerjakannya sedikit terakhir karena saya rasa sekolah ini akan memberikan soal matematika yang memerlukan analisa lebih dari soal biasanya. Selanjutnya, saya memilih bahasa Inggris. “Ini soalnya apa coba, aku engga ngerti!” gumanku dalam hati. “Ide? Ide? aku perlu, kerjakan yang bisa saja dulu!” sebuah keputusan kuambil saat itu. Setelah melewati pertempuran dengan lembaran kertas, aku merasa sedikit lega meskipun hasilnya meragukan.

Selanjutnya, kami diberi makanan ringan untuk mengisi kembali energi yang dimakan otak saat bertempur tadi. Seraya kami memakan makanan tersebut, guru menjelaskan dan memberikan instruksi berikutnya yaitu test wawancara. “Widih, wawancara? busyet aku ennga bisa bahasa inggris” berontak otakku saat itu. “Ya, bahasa inggris? tidak masalah, aku yakin pasti banyak juga yang kemampuannya bahasa inggrisnya sama sepertiku”

Setelah proses wawancara berlangsung, kami melakukan ISOMA. Untung saja tidak perlu keluar membeli nasi jadi bisa istirahat dan siap siap tahap diskusi.

Setelah selesai ISOMA, kami memulai Test diskusi. Pada tahap Test tersebut kami akan diberikan topik tertentu dan memecahkan masalah yang ada pada topik tersebut. Inilah teks diskusi saya waktu itu.

Akhirnya semuanya selesai dan pukul sudah menunjukkan 04.00. Meskipun terasa melelahkan, tetapi saya merasa senang karena bisa mempunyai banyak kenalan dan tentunya bisa menambah banyak teman juga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s