Cerpen : Perjuangan Masuk Sekolah Impian

Banyak sekali hal di dunia ini yang kita impikan dan bisa menjadi kenyataan. Meskipun pada faktanya tidak semua apa yang kita impikan bisa terwujud, tetapi setidaknya kita bisa mewujudkan sebagian besar dari impian kita.
Ketika saya masih menginjak kelas IX, saya mempunyai impian bisa bersekolah di tempat yang saya impikan. Tidak mudah memang untuk mewujudkannya, tetapi berkat dengan ketekunan dan niat yang kuat, sekarang saya bisa mewujudkannya menjadi nyata.
Perjuanganku ini dimulai ketika saya mengetahui teman – temanku mendaftarkan diri di sekolah impian mereka. Saya sempat merasa iri dengan mereka, mereka bisa bersekolah di sekolah ternama yang menjadi impian mereka.

Saya ingin rasanya bisa melakukan apa yang mereka lakukan. Tetapi, pada saat itu kakak saya sedang kuliah di salah satu universitas di Jawa. Dengan kondisi seperti itu, saya menyadari bahwa jika saya memaksa untuk menjadi seperti mereka, saya takut kedua orang tua tidak sanggup untuk melakukannya. Hingga pada akhirnya saya memutuskan untuk mencari cara agar impianku bisa terwujud.
Pada saat itu, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Hingga pada akhirnya, aku mempunyai cara yaitu dengan meraih nilai UN tertinggi sehingga saya bisa bersekolah di tempat yang aku impikan. Saya rasa hal tersebut hampir mustahil tercapai olehku, tetapi saya tidak menyerah begitu saja.
Hal pertama yang saya lakukan adalah menabung dan menyisihkan uang jajanku untuk membeli buku UN. Tidak hanya itu, saya juga berusaha meminjam buku pada teman – teman sehingga saya bisa belajar. Setelah uang tabunganku cukup untuk membeli buku, saya merasa sangat senang karena dengan begitu saya bisa mempunyai target belajar dalam sehari. Setiap hari saya membaca buku tersebut. Aku memulai membacanya dari pukul 2 siang hingga pukul setengah 5 sore. Capek memang rasanya, tetapi mau bagaimanapun saya sudah mempunyai target materi yang harus saya kuasai di hari tersebut.
Tak berselang lama, saya mendengar informasi pendaftaran di sekolah impianku. Saya merasa sangat senang dan dengan segera saya meminta izin dengan orang tuaku untuk mendaftar di sekolah tersebut.
Lembaran kertas formulir mulai aku isi satu persatu perlahan – lahan dan dengan penuh niat serta keyakinan bahwa aku pasti bisa melakukannya. Setelah semua itu selesai, selanjutnya tinggal mengirim berkas formulir ke sekolah dan menunggu pengumuman seleksi berkas.
Dengan penuh kesabaran aku menunggu, aku merasa sangat senang bisa lolos tahap pertama. Tetapi, satu hal yang membuatku sedih, proses tahap kedua bertepatan dengan ujian sekolahku. Saya takut seandainya saya tidak diberi izin oleh kepala sekolah saya untuk mengikuti tes tahap kedua.
Setelah menemui kepala sekolah dan menjelaskan semuanya, aku merasa sangat senang karena beliau mengizinkan aku mengikuti tes tahap kedua dan diberi kesempatan mengikuti ujian susulan.
Tes tahap kedua pun berjalan sangat lancar, dengan mengucapkan syukur kepada Allah, saya merasa sangat senang bisa mengerjakan soal tersebut. Meskipun ada sebagian soal yang tidak bisa aku kerjakan dengan penuh keyakinan, aku tetap berdoa kepadanya supaya aku bisa bersekolah di sekolah impianku.
Setelah menunggu, akhirnya pihak sekolah menghubungi ayah saya dan meminta foto rumah tampak depan, belakang, samping kiri, samping kanan, ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi dan kamar tidur. Pada saat itu, saya lebih memilih mengirim melalui surat elektronik kepada pihak sekolah mengenai foto rumah ini.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pengumuman siswa yang lolos telah muncul di situs sekolah. Waktu itu saya baru saja pulang dari sawah sehingga dengan badan yang penuh lumpur saya mendownload pengumuman tersebut. Koneksi internet membuat saya jengkel dan kesal karena saya sangat penasaran pada waktu itu. Download failed, itulah masalah yang sering terjadi. Meskipun demikian, akhirnya proses download tersebut selesai dan aku berhasil membukanya.
Pada waktu itu, banyak sekali teman – temanku yang aku kenal telah lolos, tetapi aku sendiri tidak bisa menemukan namaku di pengumuman tersebut. Sedih rasanya telah mengecewakan kedua orang tuaku.
Setelah itu, saya merasa ada yang aneh pada handphone saya, tidak seperti biasanya handphoneku dipenuhi dengan banyak SMS dari kawan – kawanku yang mengucapkan selamat karena telah berhasil lolos dan bisa masuk sekolah yang telah kuimpikan. Aku merasa mereka benar – benar mengejekku karena aku tidak lolos. Sehingga pada akhirnya, saya membuka ulang pengumuman tersebut dan aku bisa menemukan namaku di pengumuman tersebut. Horeee ! senang sekali aku rasanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s